FORMULASI SEDIAAN LIP BALM MINYAK BEKATUL (RICE BRAN OIL) DAN UJI EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PELEMBAB BIBIR
Abstract
Bibir bagian kulit yang butuh perlindungan agar tetap lembab. Paparan sinar UV dapat merusak sel keratin bibir yang befungsi melindungi bibir. Sel keratin yang rusak akan terkelupas dan jatuh, kondisi ini bibir akan terlihat pecah-pecah. Minyak Bekatul diperoleh dari gabah padi yang mengandung vitamin E tinggi dan asam lemak, mengetahui manfaat dari minyak bekatul sebagai bahan pelembab yang kaya akan vitamin E dan antioksidan yang mampu menghidrasi, melembutkan dan baik untuk memperbaiki kulit secara alami dengan cara membuat sediaan lip balm. Penelitian meliputi pembuatan minyak bekatul, formulasi sediaan dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%, pemeriksaan mutu fisik sediaan yaitu uji homogenitas, stabilitas, iritasi pada kulit, titik lebur dan pH. Pemakaian lip balm terhadap sukarelawan dilakukan selama dua minggu dengan mengaplikasikan sediaan setiap hari rutin pagi dan malam. Data dianalisis menggunakan SPSS 17 metode One way Anova. Hasil menunjukkan minyak bekatul dapat diformulasikan dalam sediaan yang memiliki susunan homogen, pH 5,01 - 5,7, suhu lebur 52°-59°C, stabil dalam penyimpanan, dan tidak mengiritasi kulit. Semakin tinggi konsentrasi dalam sediaan menunjukkan kondisi kulit menjadi lebih baik, mampu meningkatkan kelembaban kulit bibir 48,27% . Analisis Tukey Test menunjukkan perubahan kelembaban kulit signifikan antara F0 dengan F2, F3 dan kontrol positif, Minyak bekatul dapat diformulasikan sebagai sediaan lip balm.



