Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Hutan dalam Identifikasi dan Pengelolaan Penyakit Hutan

Forest Local Community Capacity Building on Forest Diseases Identification and Management

  • Bayu Winata Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Noor Farikhah Haneda Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Ulfah Juniarti Siregar Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Aditya Nugroho Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Esti Nurianti Institut Pertanian Bogor (IPB University)
  • Naufal Hilmi Farosandi Institut Pertanian Bogor (IPB University)
Keywords: Falcataria moluccana, hutan rakyat, Ochroma pyramidale, pengabdian masyarakat, penyakit hutan

Abstract

Hutan rakyat adalah hutan tanaman yang tumbuh di atas lahan milik rakyat atau masyarakat. Sengon (Falcataria moluccana) dan balsa (Ochroma pyramidale) merupakan jenis multi fungsi dan cepat tumbuh yang banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Serangan penyakit hutan merupakan ancaman yang berpotensi mengganggu kegiatan budidaya kedua jenis ini, serta dapat merugikan secara ekologi, ekonomi, dan sosial. Pengenalan penyakit hutan merupakan kegiatan preventif yang sangat penting dalam pengelolaan penyakit hutan itu sendiri. Tujuan pengabdian pada masyarakat dalam “Program Dosen IPB Pulang Kampung” ini adalah sebagai upaya capacity building masyarakat sekitar hutan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terkait pengenalan (identifikasi) dan pengelolaan penyakit pada hutan tanaman yang ditujukan bagi para masyarakat petani hutan dan/atau pihak (stakeholder) terkait di Desa Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Secara umum, program ini membantu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman peserta dalam mengidentifikasi penyakit hutan tanaman, khususnya untuk jenis sengon dan balsa. Hal tersebut diindikasikan dari hasil penilaian dan evaluasi terhadap kuisioner (pre- dan post-test) para peserta pelatihan yang menunjukkan peningkatan, masing-masing, yaitu 7% (pelatihan Gelombang I) dan 9% (pelatihan Gelombang II).

 

Community forests are forest plantations that grow on land owned by the people or community. Sengon (Falcataria moluccana) and balsa (Ochroma pyramidale) are multi-functional and fast-growing species that are widely cultivated in Indonesia, especially on the island of Java. Forest disease outbreaks are a potential threat that can disrupt the cultivation of these two species, and can cause ecological, economic, and social harm. The introduction of forest disease is a preventive action that is very important in managing of forest diseases. The aim of the community service in the “Program Dosen IPB Pulang Kampung” is to build the capacity of communities around the forest through counselling, training, and assistance related to the identification and management of diseases in forest plantations, targeting forest farmers and/or stakeholders in Ngancar Village, Kediri Regency, East Java. In general, this program helps to increase the knowledge and experience of participants in identifying forest diseases, specifically for sengon and balsa species. This is indicated by the results of the assessment and evaluation of questionnaires (pre- and post-tests) of the training participants, which showed an increase of 7% (Batch I) and 9% (Batch II).

References

Alrasjid, A. (1973). Beberapa keterangan tentang Albizia falcataria (L) Foxberg. Bogor: Lembaga Penelitian Hutan.

Anggraeni, I. (2012). Penyakit karat tumor pada sengon dan hama cabuk lilin pada pinus. Bogor: Badan Litbang Kehutanan Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. (2021). Kecamatan Ngancar dalam angka 2021. Kediri: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. (2023). Kabupaten Kediri dalam angka 2023. Kediri: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri.

Baskorowati, L. (2020). Teknologi pemuliaan sengon untuk meningkatkan ketahanan penyakit karat tumor guna mendorong perkembangan industri perkayuan di Indonesia. Bogor: IPB Press.

Darwiati, W., & Anggraeni, I. (2018). Serangan boktor (Xystroscera festiva Pascoe) dan karat tumor (Uromycladium tepperianum (Sacc.) McAlpine) pada sengon (Falcataria moluccana (Miq.) di perkebunan teh ciater. Jurnal Sains Natural, 8(2), 59–69.

Dewi, I. N., Rizal, A. H. B., & Kusumedi, P. (2012). Study of multi-stakeholders involvement in the implementation of protection forest regulations in Pangkep Regency. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(1), 11–22.

Dharmawijaya, M. I. (1992). Klasifikasi tanah: dasar teori bagi peneliti tanah dan pelaksanaan penelitian di Indonesia.

Hadar, L. L., & Tirosh, M. (2019). Creative thinking in mathematics curriculum: An analytic framework. Thinking Skills and Creativity, 33(2019), 1–13. https://doi.org/doi.org/10.1016/j.tsc.2019.100585

Haneda, N. F. (2006). Module Pelatihan Hama dan Penyakit Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

Hiryanto. (2017). Pedagogi, andragogi dan heutagogi serta implikasinya dalam pemberdayaan masyarakat. Dinamika Pendidikan, 22(1), 65–71.

Innes, J. E., & Booher, D. E. (2003). The Impact of Collaborative Planning on Governance Capacity. Baltimore: Institute of Urban and Regional Development, University of California, Berkeley.

Istikorini, Y., & Sari, O. Y. (2020). Survey dan identifikasi penyebab penyakit damping-off pada sengon (Paraserianthes falcataria) di persemaian permanen IPB. Jurnal Sylva Lestari, 8(1), 32–41.

Krisnawati, H., Varis, E., Kallio, M., & Kanninen, M. (2011). Paraserienthes falcataria (L.) Nielsen: Ekologi, Silvikultur, dan Produktivitas. Bogor: CIFOR.

Lelana, N. E., Wiyono, S., Giyanto, G., & Siregar, I. Z. (2018). Genetic diversity of Falcataria moluccana and its relationship to the resistance of gall rust disease. Biodiversitas, 19(1), 12–17.

Martawijaya, A. I., Kartasujana, Y. I., Mandang, S. A., Prawira, & Kadir, K. (1989). Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Miarso, Y. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Mindawati, N. (2006). Review Hasil Penelitian Hutan Rakyat. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Mulyanto, B. S. (2013). Kajian rekomendasi pemupukan berbagai jenis tanah pada tanaman jagung, padi dan ketela pohon di Kabupaten Wonogiri (Unpublished undergraduates’ thesis). Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia.

Octaviyani, I., Kusumah, Y. S., & Hasanah, A. (2020). Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui model project-based learning dengan pendekatan stem. Journal on Mathematics Education Research, 1(1), 10–14.

Puspitojati, T., Mile, M. Y., Fauziah, E., & Darusman, D. (2014). Hutan rakyat sumbangsih masyarakat pedesaan untuk hutan tanaman. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Putri, M. M., Nurahmah, Y., & Aggraeni, I. (2017). Identification of disease attacks and control on sengon (Paraserianthes moluccana (Miq.), Barneby & J.W. Grimes) seedling in nursery. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa, 7(1), 31–38.

Rohmawati, A. (2015). Efektivitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(1), 15–32.

Santoso, H. B. (1992). Budidaya sengon. Yogyakarta: Kanisius.

Saputra, E. R., Muttaqin, T., & Waskitho, N. T. (2019). Tingkat pendapatan anggota LMDH “lancar jaya” dari sektor pertanian hortikultura di Desa Ngancar Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Journal of Forest Science Avicennia, 2(1), 9–15.

Sarjana, K., Turmuzi, M., Tyaningsih, R. Y., Lu’luilmaknun, U., & Kurniawan, E. (2022). Faktor-faktor penentu keberhasilan belajar mahasiswa pendidikan matematika di era new normal. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 309–316. https://doi.org/doi.org/10.29303/jipp.v7i2.303

Supardi. (2013). Sekolah efektif, konsep dasar dan praktiknya. Jakarta: Rajawali Pers.

Tadjudin, D. (2000). Manajemen kolaborasi. Bogor: Pustaka Latin.

Utama, R. C., Febriyano, I. G., Herwanti, S., & Hidayat, W. (2019). Saluran pemasaran kayu gergajian sengon (Falcataria moluccana) pada industri penggergajian kayu rakyat di Desa Sukamarga, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. J Sylva Lestari, 7(2), 195–203.

Published
2023-11-24
How to Cite
Winata, B., Haneda, N. F., Siregar, U. J., Nugroho, A., Nurianti, E., & Farosandi, N. H. (2023). Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Hutan dalam Identifikasi dan Pengelolaan Penyakit Hutan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(1), 23-36. Retrieved from https://www.jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/view/477