Pengendalian Hama Ramah Lingkungan di Wilayah Tanjung Selor
Abstract
ECO-FRIENDLY PEST MANAGEMENT İN TANJUNG SELOR REGİON. Pest control in the most parts of the Republic of Indonesia still relies on the application of synthetic chemical insecticides, including the Tanjung Selor area. Tanjung Selor is the administrative center or capital of the province of North Kalimantan. This sub-district located in Bulungan Regency, North Kalimantan Province, Indonesia with the majority of the population working as farmers. The unwise use of synthetic chemical insecticides by farmers has a negative impact on many aspects. Therefore, it is necessary to socialize about environmentally friendly pest control. This activity begins with a preliminary survey in order to determine the respondents and the efficiency of the implementation of the next activity. After that, the activities were socialization and ended with an evaluation to determine the effect of the activities. The activities have a positive influence on the knowledge and actions of farmers on environmentally friendly pest control. Prior to the activity, only 27% of farmers knew about it and 10% carried out environmentally friendly pest control. However, three months after the activity, these two figures increased to 40% and 15%.
References
Aini, I. N., & Effendi, K. N. S. (2021). Pelatihan soal matematika tipe PISA bagi siswa SMK usia 15 tahun. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 499–505.
Akmaludin, A., Cahyadi, C., & Suhardoyo, S. (2021). Pelatihan pembuatan design digital marketing bagi UMKM untuk meningkatkan wawasan dan pendapatan masyarakat Desa Cikarageman, Setu, Bekasi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 372–380.
Busman, I. (2021). Tingkat pengetahuan petani dalam menggunakan pestisida pada tanaman jagung (Zea mays ssp) di Desa Pabbentengang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa (Unpublished bachelor’s thesis). Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
Charina, A., Kusumo, R. A. B., Sadeli, A. H., & Deliana, Y. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sistem pertanian organik di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 68–78.
Firmansyah, E. (2016). Ekstrak Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray sebagai insektisida nabati untuk pengendalian ulat daun kubis Plutella xylostella Linn. (Lepidoptera: Yponomeutidae) (Unpublished master’s thesis). Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.
Hairani, B. (2015). Keberadaan telur dan larva cacing tambang pada tanah di lingkungan Desa Sepunggur dan Desa Gunung Tinggi Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Jurnal Vektor Penyakit, 9(1), 15–20.
Hariyanto, R., & Sa’diyah, K. (2018). Sistem pakar diagnosis penyakit dan hama pada tanaman tebu menggunakan metode certainty factor. Journal of Information Technology and Computer Science, 3(1), 29–32.
Ishak, A., Samril, S., Kristanto, E., Fauzi, E., Kusnadi, H., & Firison, J. (2022). Adopsi petani terhadap varietas unggul padi sawah irigasi di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Kirana, 3(1), 33–42.
Mahyuni, E. L. (2015). Faktor risiko dalam penggunaan pestisida pada petani di Berastagi Kabupaten Karo. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, 9(1), 79-89.
Manalu, D. S. T. (2019). Hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan petani dengan penggunaan pestisida di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 14(1), 35–46.
Nurcahyo, N. D. (2017). Pengaruh pola sanitasi gulma dan aplikasi ekstrak tembakau terhadap kelimpahan hama dan musuh alami pada tanaman jagung manis (Unpublished bachelor’s thesis). Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, Indonesia.
Nurzaman, M., Mutaqin, A. Z., & Wulandari, A. P. (2013). Pemanfaatan bawang merah dan bawang putih untuk pestisida nabati di Desa Cipanas dan Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 2(1), 41-46.
Rahayu, S., & Oktarianti, S. (2022). Pengendalian hama tanpa pestisida kimia dalam budidaya tanaman sayuran di Kelurahan Kotabaru Pontianak. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(3), 991–998.




