Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) pada Selada secara Hidroponik di Guntung Payung, Banjarbaru

Garlic as a Botanical Pesticide in Controlling Pests and Diseases (HPT) on Lettuce Hydroponically in Guntung Payung, Banjarbaru

  • Akhmad Rizali Universitas Lambung Mangkurat
  • Noorkomala Sari Universitas Lambung Mangkurat
  • Jumar Jumar Universitas Lambung Mangkurat
  • Riza Adrianoor Saputra Universitas Lambung Mangkurat
  • Akhmad Gazali Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: selada hidropnik, pengendalian HPT, penyuluhan, pestisida nabati

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Idaman di Kelurahan Guntung Payung, Kec. Landasan Ulin, Banjarbaru telah melakukan usaha budidaya sayuran selada secara hidroponik. Pada kondisi tertentu, produktivitas tanaman selada yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kesulitan tersendiri. Musim penghujan dengan kelembapan tinggi akan menyebabkan kondisi terjadinya serangan hama dan penyakit, mengingat tanaman ini dilakukan secara hidroponik, maka pengendaliannya tidak bisa dilakukan  menggunakan insektisida kimia disamping membahayakan konsumen juga dapat merusak lingkungan. Telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari bawang putih oleh tim pengabdin dari jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian ULM. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan metode ceramah dan praktek dimulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, kemudian penyampaian materi, praktik dan diskusi bersama peserta. Peserta kegiatan berjumlah 44 orang yang terdiri dari 34 anggota kelompok wanita tani Putri Idaman, dan 10 orang kelompok Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Hasil evaluasi kegiatan dari peserta rata-rata menjawab setuju dan sangat setuju dari enam rubrik yang ditanyakan, yaitu: pelayanan kegiatan; kesuaian materi pengabdian dengan permasalahan mitra; serta interaktif materi yang disampaikan narasumber. Dua puluh tiga peserta menyatakan sangat setuju untuk kembali berpartisipasi apabila kegiatan ini diselenggarakan kembali. Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari bawang putih ini, diharapkan mampu menjadi sebuah produk pestisida nabati yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam pengendalian HPT selada hidroponik oleh kelompok wanita tani Putri Idaman dalam menjaga kualitas produk selada hidroponik mereka.

 

The Putri Idaman Women Farmers Group (KWT) in Guntung Payung Village, Landasan Ulin District, Banjarbaru has cultivated lettuce hydroponically. In certain conditions, lettuce plant productivity that is too high can cause difficulties. The rainy season with high humidity will cause conditions for pest and disease attacks, considering that this plant is grown hydroponically, its control cannot be carried out using chemical insecticides, besides endangering consumers, it can also damage the environment. Socialization and training on making herbal pesticides from garlic have been carried out by the service team from the Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, ULM. This activity was conducted face-to-face with lecture and practice methods starting from the opening, greetings, and then delivery of materials, practice, and discussion with participants. The activity participants numbered 44 people consisting of 34 members of the Putri Idaman women's farmer group and 10 members of the Iwapi group (Indonesian Women Entrepreneurs Association). The results of the activity evaluation from the participants on average answered agree and strongly agree from the six rubrics asked: activity service; suitability of service materials to partner problems; and interactive materials presented by the resource person. Twenty-three participants stated that they strongly agreed to participate again if this activity was held again. From the socialization and training activities for making herbal pesticides from garlic, it is hoped that it can become a herbal pesticide product that can be used sustainably in controlling hydroponic lettuce HPT by the Putri Idaman women's farmer group in maintaining the quality of their hydroponic lettuce products.

References

Anindita, D. C., Sutiknjo, T. D., & Pawani, R. E. (2023). Sosialisasi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Di Desa Joho, Kabupaten Kediri. JATIMAS: Jurnal Pertanian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 159–167.

Baidoo, P. K., & Mochiah, M. B. (2016). Comparing the effectiveness of garlic (Allium sativum L.) and hot pepper (Capsicum frutescens L.) in the management of the major pests of cabbage Brassica oleracea (L.). Sustainable Agriculture Research, 5(2).

Bandi, S., Lingakari, M., & Maddala, M. (2024). Evaluation of Larvicidal Properties of Zingiber officinale Rhizome and Allium Sativum Bulbs against Aedes aegypti. Uttar Pradesh Journal Of Zoology, 45(18), 570–576.

Giuliano, G., Campolo, O., Forte, G., Urbaneja, A., Pérez-Hedo, M., Latella, I., Palmeri, V., & Giunti, G. (2024). Insecticidal Activity of Allium sativum Essential Oil-Based Nanoemulsion against Spodoptera littoralis. Insects, 15(7), 476.

Hamada, H. M., Awad, M., El-Hefny, M., & Moustafa, M. A. M. (2018). Insecticidal activity of garlic (Allium sativum) and ginger (Zingiber officinale) oils on the cotton leafworm, Spodoptera littoralis (Boisd.)(Lepidoptera: Noctuidae). African Entomology, 26(1), 84–94.

Hidayat, A. S. (2024). Pengaruh Konsentrasi Pestisida Nabati Ekstrak Bawang Putih Dan Ekstrak Daun Mimba Untuk Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays L.). UPN Veteran Yogyakarta.

Ismail, A. A., & Suharti, P. (2021). Pengaruh Pemberian Campuran Seduhan Umbi Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Sebagai Biopestisida Alami Terhadap Aktifitas Hama Jangkrik (Tarbinskiellus Portentosus) Serta Implementasinya Sebagai Edukasi Masyarakat. Pedago Biologi: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 9(2), 1–8.

MH, P. N., Yenie, E., & Elystia, S. (2017). Pemanfaatan pestisida nabati dari ekstraksi daun pandan wangi dan umbi bawang putih. Riau University.

Nurmianti, L., & Gusmarwani, S. R. (2020). Penentuan Lethal Dose 50%(LD50) Pestisida Nabati dari Campuran Buah Bintaro, Sereh, Bawang Putih, Lengkuas (Variabel Waktu Pemasakan dan Ratio Masing-Masing Bahan). Jurnal Inovasi Proses, 5(1), 22–26.

Prasonto, D., Riyanti, E., & Gartika, M. (2017). Uji aktivitas antioksidan ekstrak bawang putih (Allium sativum). Odonto, 4(2), 122.

Rahayu, S., Saadah, S., Anhar, N. F., Rahmadani, D. M., & Fuadah, D. D. (2024). Pengaplikasian Pestisida Nabati Bawang Putih untuk Pengendalian Hama Ulat Grayat Pada Tanaman Kangkung Di Desa Bojongsawah. JURNAL HASPI, 3(1), 221–228.

Rizky, R., Jalaluddin, J., Ishak, I., Nurlaila, R., & Hakim, L. (2022). Pembuatan pestisida nabati dari bawang putih dengan penambahan sabun cuci piring. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 2(1), 12–22.

Sabaruddin, S. (2020). Aplikasi Pestisida Nabati Bawang putih (Allium sativumL) Untuk Pengendalian hama ulat grayak (Spodopteralitura) pada tanaman cabai (Capsicum annumL). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 3(2), 121–126.

Salsabila, N. (2023). Pengendalian Hama Pada Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa) Hidroponik Menggunakan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Sebagai Pestisida Nabati. UIN Sunan Ampel.

Siregar, A. Z., Tulus, T., & Lubis, K. S. (2021). Penggunaan pestisida nabati mengendalikan hama-hama padi merah (Oryza nivara L.) di Dusun Soporaru, Tapanuli Utara, Sumatera UtarA. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Kehutanan, 20(1), 91–104.

Published
2025-07-04
How to Cite
Rizali, A., Sari, N., Jumar, J., Saputra, R. A., & Gazali, A. (2025). Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) pada Selada secara Hidroponik di Guntung Payung, Banjarbaru. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(2), 374-382. Retrieved from https://www.jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/view/1211